Minggu, 21 Maret 2010
Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2
NPM : 50406761
Kelas : 4IA07
1.George / is cooking / dinner / tonight
subject / verb phrase/ complement / modifier of time
2.Henry and Marcia / have visited / the president
subject / verb phrase / complement
3. We/ eat / lunch /in this restaurant/ today
subject/ verb phrase / complement/ modifier of place/ modifier of time
4. Pat/ should have bought/ gasoline /yesterday
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time
5. Trees/ grow
subject/ verb phrase
6. It/ was raining /at seven o'clock this morning
subject/ verb phrase / modifier of time
7. She/ opened/ her book
subject/ verb phrase/ complement
8. Harry/ is washing / dishes /right now
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time
9. She / opened /her book
subject/ verb phrase/ complement
10. Paul, William, and Mary/ were watching / television/ a few minutes ago
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time
Selasa, 16 Maret 2010
Tugas Minggu Pertama Pengantar Kecerdasan Buatan
- Pernyataan :
1. Karjo adalah seorang laki-laki.
2. Karjo adalah orang Jawa.
3. Karjo lahir pada tahun 1840.
4. Setiap laki-laki pasti akan mati.
5. Semua orang Jawa mati pada saat Krakatau meletus pada tahun 1883.
6. Setiap orang pasti mati setelah hidup lebih dari 150 tahun.
7. Sekarang tahun 2010.
8. Mati berarti tidak hidup.
9. Jika seor ang mati
Jawab:
1. Laki-laki(karjo)
2. Jawa(Karjo)
3. Lahir(Karjo, 1840)
4. ∀x: laki – laki(x) →mati(x)
5. ∀x: meletus(krakatau,thn 1840)→mati
6. ∀x: Lb(thn 2010-1840)→mati(x)
7. sekarang = 2010
8. mati→ ¬hidup
9. Ǝ x : mati ( x ) → Ǝ x : kemudian ( waktu ( y ) ) → di nyatakan (mati (x) )
Kesimpulan:
Karjo sudah mati
Adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS)
Metode adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) merupakan metode yang menggunakan jaringan syaraf tiruan untuk mengimplementasikan system inferensi fuzzy. Keunggulan system inference fuzzy adalah dapat menerjemahkan pengetahuan dari pakar dalam bentuk aturan-aturan, namun biasanya dibutuhkan waktu yang lama untuk menetapkan fungsi keanggotaannya. Oleh sebab itu dibutuhkan teknik pembelajaran dari jaringan syaraf tiruan untuk mengotomatisasi proses tersebut sehingga dapat mengurangi waktu pencarian, hal tersebut menyebabkan metoda ANFIS sangat baik diterapkan dalam berbagai bidang.
Landasan Teori
II.1 Soft Computing
Soft Computing (SC) merupakan suatu bidang ilmu multidisiplin, pertama kali diusulkan oleh Dr. Lotfi A. Zadeh. Pada makalah pertamanya tentang Soft Data Analysis, Dr. Zadeh mendefinisikan SC sebagai penggabungan Fuzzy Logic, Neuro Computing, Evolutionary Computation, dan Probabilistic Computing ke dalam suatu bidang multidisiplin. Pada perkembangannya Dr. Lotfi A. Zadeh mendeifnisikan SC sebagai sekumpulan metodologi yang berkembang secara terus menerus, yang bertujuan untk menghasilkan sistem yang memiliki toleransi terhaan ketidakakuratan (imprepicission), ketidakpastian (uncertainty), dan kebenaran parsial (partial truth) untuk mencapai ketahanan (robustness), bisa ditelusuri (tractability) dan biaya rendah [Zadeh, Lotfi A., 2006, “ soft computing”,www.cs.berkeley.edu/~zadeh].
Secara kasar SC dapat diartikan sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari metode-metode yang nantinya akan berkembang menjadi suatu kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang bisa menirukan pola pikir manusia. Hingga saat ini SC masih tumbuh dan berkembang. Sehingga, definisi SC yang jelas masih belum disepakati. Satu hal yang sangat penting dalam SC adalah antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lainnya saling melengkapi dan berkontribusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
II.2 Logika Fuzzy
Logika fuzzy merupakan peningkatan dari logika Boolean yang berhadapan dengan konsep kebenaran sebagian. Di mana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah binary (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran. Logika Fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih, dan dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti "sedikit", "lumayan", dan "sangat".
Logika Fuzzy dikatakan sebagai logika baru yang lama, sebab ilmu tentang logika fuzzy modern dan metodis baru ditemukan beberapa tahun yang lalu, padahal sebenarnya konsep tentang logika fuzzy itu sendiri sudah ada sejak lama (Sri kusumadewi dan Hari Purnomo, 2004, ”Aplikasi Logika Fuzzy untuk pendukung keputusan”, hal.1). Konsep logika Fuzzy yang sangat sistematis pertama kali diusulkan oleh Dr. Lotfi A. Zadeh, seorang bidang ilmu komputer dari University Of California, Berkeley, Amerika Serikat. Pada bulan Juni tahun 1965, profesor Zadeh mempublikasikan makalah atau paper pertama yang membahas “Fuzzy Sets ” pada jurnal Information and Control [Suyanto,ST,MSc., 2008, “Soft Computing: membangun mesin ber-IQ Tinggi”,hal.2].
Logika fuzzy merupakan suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke dalam suatu ruang output, sebagai contoh :
1. Manajer pergudangan mengatakan pada manajer produksi seberapa banyak persediaan barang pada akhir minggu ini, kemudian manajer produksi akan menetapkan jumlah barang yang harus diproduksi esok hari.
2. Pelayan restoran memberikan pelayanan kepada tamu, kemudian tamu akan memberikan tip yang sesuai atas baik tidaknya pelayanan yang diberikan.
3. Anda mengatakan kepada saya seberapa sejuk ruangan yang anda inginkan, kemudian saya akan mengatur putaran kipas yang ada pada ruangan ini.
[Sri kusumadewi dan Hari Purnomo, 2004, ”Aplikasi Logika Fuzzy untuk pendukung keputusan”, hal.1-2].
Neuro Fuzzy
Neuro fuzzy merupakan gabungan atau integrasi antara 2 metode yaitu, Jaringan syarat tiruan dengan sistem fuzzy, dimana 2 metode tersebut memiliki karakteristik yang bertolak belakang akan tetapi apabila digabungkan akan menjadi suatu metode yang lebih baik. Jaringan syaraf tiruan (JST) memiliki kemampuan Learning , tetapi tidak bisa menjelaskan proses penalaran yang dilakukan karena pengetahuan yang dimilikinya hanyta berupa bobot-bobot sinapsis yang biasanya bernilai real. JST tidak memiliki aturan-aturan IF – THEN sama sekali, sebaliknya sistem fuzzy tidak memiliki kemampuan learning, tetapi bisa menjelaskan proses penalaran yang dilakukannya berdasarkan aturan-aturan (rules) dalam basis pengetahuan yang dimilikinya.
Jaringan syaraf tiruan
Jaringan saraf tiruan (JST) (Bahasa Inggris: artificial neural network (ANN), atau juga disebut simulated neural network (SNN), atau umumnya hanya disebut neural network (NN)), adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan jaringan saraf manusia. JST merupakan sistem adaptif yang dapat merubah strukturnya untuk memecahkan masalah berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang mengalir melalui jaringan tersebut. Secara sederhana, JST adalah sebuah alat pemodelan data statistik non-linier. JST dapat digunakan untuk memodelkan hubungan yang kompleks antara input dan output untuk menemukan pola-pola pada data (id.wikipedia.org).
ANFIS
Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) adalah penggabungan mekanisme fuzzy inference system yang digambarkan dalam arsitektur jaringan syaraf. Sistem inferensi fuzzy yang digunakan adalah sistem inferensi fuzzy model Tagaki-Sugeno-Kang (TSK) orde satu dengan pertimbangan kesederhanaan dan kemudahan komputasi.
Untuk menjelaskan arsitektut ANFIS, disini siasumsikan fuzzy inference sistem (FIS) hanya mempunyai dua input, x dan y, serta satu output yang dilambangkan z. Pada model sugeno orde satu, himpunan aturan menggunakan kombinasi linier dari input-input yang ada, dapat diekspresikan sebagai berikut :
IF x is A1 AND y is B1 THEN f1 = p1x + q1y + r1
IF x is A2 AND y is B2 THEN f2= p2x + q2y + r2
Di ambil dari: http://indrockz.blogspot.com/2009/05/adaptive-neuro-fuzzy-inference-sistem.html
Rabu, 24 Februari 2010
Perkembangan Situs Jejaring Sosial Khususnya di Indonesia
Perkembangan teknologi pada dewasa ini, banyak menciptakan beragam aplikasi sebagai bentuk bagaimana teknologi itu berkembang semakin pesat seiring berjalannya waktu. Kemajuan teknologi itu salah satunya tercermin dengan tidak adanya jarak, ruang, dan waktu sebagai penghambat arus komunikasi. Dengan kata lain, kemajuan teknologi memudahkan kita untuk berkomunikasi lebih efektif dan efisiensi dalam rangka mengikuti arus globalisasi, salah satu contohnya adalah internet sebagai media komunikasi yang paling efektif serta lebih efisien dibandingkan jenis aplikasi komunikasi lainnya.
Banyak inovator yang berkreasi membuat berbagai situs jejaring sosial dalam rangka mencapai komunikasi efektif dan efisien tersebut. Beberapa bentuk situs jejaring sosial telah banyak diketahui dan digunakan oleh hampir sebagian masyarakat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dalam hal ini, kita hanya membahas hal tersebut namun cukup dengan cakupan wilayah di Negara kita tercinta ini. Berbagai situs jejaring sosial yang mulai "mewabah" di Indonesia seperti facebook, twitter, myspace, friendster, tagged, dll. banyak memberikan nilai dan manfaat positif apabila dipergunakan secara tepat dan bijaksana. Namun pada realitasnya di negeri ini, banyak sekali terjadi penyimpangan terhadap pemanfaatan situs jejaring sosial tersebut, seperti timbulnya perselingkuhan, pembohongan publik, penipuan, asusila, transaksi negatif, cyber crime, dsb. Contoh tersebut hanyalah sekelumit kecil bagaimana situs jejaring sosial yang seharusnya dimanfaatkan secara optimal melainkan dipergunakan ke arah yang sangat menyimpang, sungguh sangat ironis terhadap generasi muda yang akan menerima perkembangan kemajuan teknologi khususnya internet.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam pemanfaatan internet, seharusnya diawali dari kesadaran diri sendiri untuk menghindari hal-hal tersebut, peran aktif orang tua dalam mengarahkan serta menjaga anaknya juga sangat diperlukan, selain dengan penegakan hukum mengenai dunia maya yang harus dipatuhi serta ditaati dengan sebenar-benarnya. Kalau kita mengkaji apa yang telah terjadi di Indonesia, mengenai penyimpangan situs jejaring sosial, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kesejahteraan rakyat secara adil dan merata seharusnya dapat terlealisasikan secara stimultan dan berimbang, dan juga dengan pentingnya kesadaran diri masing-masing sebagai end user dari situs jejaring sosial tersebut.
